gejala demam berdarah pada anak

Demam Berdarah Pada Anak, Gejala Dan Pengobatannya

Demam berdarah atau yang sering kita sebut dengan DBD ini memang salah satu penyakit yang banyak terjadi di mana-mana dan termasuk dalam salah satu penyakit yang berbahaya. DBD ini merupakan penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue.

Virus dengue ini lah yang dibawa oleh nyamuk aedes. Nyamuk jenis ini biasanya memiliki ciri ciri fisik seluruh badannya berwarna lorek-lorek hitam putih.

Penyakit DBD ini harus kita ketahui sejak dini karena kalah terlambat menanganinya sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian untuk beberapa kasus yang sudah terjadi.

Seperti yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenali beberapa tanda, gejala dan pengobatan demam berdarah pada anak-anak yang harus kita ketahui. Untuk para orang tua yang sedang mencari referensi tentang DBD pada anak-anak wajib membaca. Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Tanda dan Gejala Demam Berdarah Pada Anak-anak:

  • Tiba-tiba demam tinggi. Dapat mencapai 105 derajat Fahrenheit atau setara dengan 40 derajat Celcius
  • Sakit pada daerah belakang mata, nyeri otot, sendi dan atau tulang
  • Sakit kepala yang begitu hebat
  • Ruam pada sebagian besar tubuh
  • Pendarahan kategori ringan pada hidung dan atau gusi
  • Kulit sangat rentan memar
  • Kadang disertai dengan batuk pilek, nafsu makan menurun, mual dan muntah, gatal pada bagian telapak kaki

Pengobatan Demam Berdarah Pada Anak-anak

Sebenarnya tidak ada obat khusus yang tersedia untuk menangani demam berdarah ini, namun dapat kita antisipasi agar tidak terlalu berbahaya dengan memberikan banyak cairan berupa minum air putih agar tidak dehidrasi dan anak harus diajak untuk beristirahat.

Untuk menghilangkan rasa sakit dan menurunkan panas pada anak-anak yang menderita demam berdarah adalah acetaminophen (paracetamol). Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi penghilang nyeri dan penurun panas yang mengandung aspirin atau ibuprofen karena dapat membuat pendarahan yang kemungkinan akan lebih.

Sebagian besar kasus demam berdarah pada anak-anak akan sembuh dalam waktu satu atau dua minggu lamanya. Namun jika terjadi gejala yang hebat atau menjadi lebih buruk dibanding hari sebelumnya maka sangat disarankan untuk mencari perawatan medis. Karena mungkin terjadi indikasi demam berdarah dengue atau DBD atau dengue shock syndrome yang membutuhkan perawatan medis secara segera.



Di rumah sakit, penanganan DBD oleh dokter dilakukan dengan cara memberikan cairan dan elektrolit secara IV atau intravena melalui infus guna untuk mengganti cairan yang hilang karena muntah dan juga diare. Untuk kasus yang lebih berat bahkan dapat dilakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang.

Itulah beberapa tanda, gejala dan pengobatan demam berdarah pada anak anak. Nah, beberapa antisipasi untuk penyakit DBD ini tentunya adalah dengan tidak membantu proses perkembangbiakkan nyamuk Aedes. Bagaimana caranya?

Yaitu dengan tidak membiarkan adanya genangan air di sekitar rumah yang akan dijadikan nyamuk sebagai sarang berkembang biak. Anjurkan juga kepada anak-anak untuk memakai pakaian yang panjang ketika keluar rumah dan kalau bisa memasang kelambu di kamar tidurnya.

Batasi juga waktu anak-anak keluar rumah terutama di pagi dan sore hari saat nyamuk Aedes sedang aktif. Bersihkan seluruh bagian rumah secara teratur. Mengoleskan repellant pada anak-anak juga dapat kita lakukan untuk mengantisipasi terkena penyakit demam berdarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *